Ahad, 13 Oktober 2024 bertempat di Masjid Nurul Huda dusun Candi diadakan acara rutin Istighotsah kubro Ranting NU Tunggulwulung. Acara ini dilaksanakan mulai habis isya’. Acara ini dimulai dengan pembacaan Istighotsah, dilanjutkan pembacaan yasin dan tahlil serta Sholawat nabi Mahalul Qiyam.
setelah itu acara sambutan oleh kepala Desa Tunggulwulung (bapak H. Agung Fatkhur), beliau menyampaikan terimakasih sudah berpartisipasi dalam acara desa Tunggulwulung mulai karnaval, sholawat nabi di lapangan yang sudah dilaksanakan, serta meminta kepada seluruh warga desa untuk bisa mendaftarkan diri dalam acara seleksi perangkat desa Tunggulwulung. Selain itu jiga beliau mohon doanya agar desa Tunggulwulung menjadi desa yang aman, tertib, damai dan sejahtera.

Acara ini ditutup dengan mauidhoh hasanah dan doa. Ust. Mas:ud pada penyampaian mauidhoh hasanah menjelaskan Perbedaan Istighotsah, Munajat, dan Isti’anah. perbedaan istilah berdoa dalam tradisi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang biasa dilakukan warga NU. Tradisi tersebut adalah istighotsah, munajah, dan isti’anah. Menurut beliau, istighotsah adalah memohon sesuatu pertolongan dengan cara berjamaah atau ramai-ramai.

“Kalau yang kita mohon itu dengan cepat (dikabulkan Allah) disebut istighotsah. Kalau tidak ingin cepat (dikabulkan Allah) disebut istianah. Kalau minta kepada Allah dilakukan sendirian, malam-malam disebut munajah,” jelasnya pada acara istighotsah rutin setiap bulan NU Tunggulwulung.
Ia menambahkan ketiga jenis tersebut disebut berdoa. Permintaan dari bawah ke atas (kepada Allah). Sementara kalau permintaan dari atas (dari Allah) kepada makhluknya disebut perintah.
selain itu beliau menjelaskan harus berbaik kepada tetangga.











