Tunggulwulung-Pandaan, 26 Januari 2025 – Dalam rangka kegiatan rutin Istighosah Kubro Ranting NU Tunggulwulung diselenggarakan di Masjid Al-Hikmah pada Hari Ahad, 26 Januari 2025. Acara ini juga untuk memperingati Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Harlah NU ke 102. Acara ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan yang antusias mengikuti kegiatan yang penuh berkah ini.

Acara dimulai dengan Pembacaan Istighosah dan Sholawat Maulid Diba. Usai istighosah, acara dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah oleh H. Agus Fadlan dari Pondok Pesantren Ngalah. Dalam ceramahnya, beliau mengutip dua hadis yang sangat relevan dengan kegiatan tersebut, yang mengingatkan akan keutamaan menghadiri majelis ilmu.
Beliau menyampaikan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar, yang berbunyi:
حضور مجلس عالم أفضل من صلاة ألف ركعة وعيادة ألف مريض وشهود ألف جنازة.
“Hadir di majelis ilmu lebih utama ketimbang salat seribu rakaat, mengunjungi seribu orang sakit, dan bertakziah ke seribu jenazah.” (HR. Abu Dzar)
Agus H. Fadlan menjelaskan bahwa hadir dalam majelis ilmu, seperti acara Istighosah dan Mauidhoh Hasanah ini, adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Majelis ilmu tidak hanya memberikan pencerahan batin, tetapi juga menjadi jalan bagi seseorang untuk memperoleh keberkahan hidup. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dengan menghadiri majelis ilmu sebagai sarana untuk memperbaiki diri.
Selain itu, Agus H. Fadlan juga mengutip hadis lain yang sangat populer di kalangan umat Islam:
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
“Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR. Tirmidzi)
Melalui hadis ini, beliau mengajak para jamaah untuk semakin giat mencari ilmu, baik di dalam majelis seperti ini maupun di luar majelis. Belajar adalah bagian dari ibadah yang mendekatkan seseorang kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, Agus H. Fadlan juga mengingatkan jamaah tentang peristiwa Isra’ Mi’raj yang sangat penting dalam sejarah umat Islam. Pada peristiwa yang penuh hikmah tersebut, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam yang luar biasa dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, dan kemudian naik ke langit (Mi’raj) untuk bertemu dengan Allah SWT.
Di sinilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah untuk umat Islam agar menjalankan ibadah shalat lima waktu. Shalat, yang merupakan tiang agama, ditetapkan sebagai kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap Muslim. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini menunjukkan betapa pentingnya shalat sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Allah SWT dan sebagai bentuk penghambaan yang mendekatkan diri kepada-Nya.
Agus H. Fadlan mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat kualitas ibadah shalat kita, mengingat perintah shalat yang diturunkan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Ia juga mengingatkan bahwa shalat tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai bentuk cinta dan pengabdian kepada Allah, yang harus dilakukan dengan khusyuk dan penuh penghayatan.
Acara ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Agus H. Fadlan, memohon agar Allah memberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menguatkan ibadah shalat, serta memberikan keberkahan bagi seluruh umat Islam. Para jamaah tampak sangat antusias dan merasa diberkahi setelah mengikuti acara ini.
Dengan semangat menuntut ilmu, berdoa bersama, dan memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj, acara istighosah dan mauidhoh hasanah ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas ibadah, kehidupan spiritual, serta pemahaman yang lebih dalam tentang agama Islam bagi seluruh jamaah.
Semoga ilmu yang didapatkan pada acara ini bermanfaat, dan kita semua selalu diberikan petunjuk dan keberkahan dari Allah SWT.










